WISATA PEMANDIAN SUMBER MARON

Wisata Pemandian Sumber Maron dengan kejernihan air yang begitu jernih.

BENDUNGAN SUMBER MARON

Bendungan SUMBER MARON yang dapat menampung debit air, menjadikan sumber energi Listrik Tenaga Micro Hidro (PLTMH).

TENAGA LISTRIK MICRO HIDRO

Terinstalasinya Listrik Micro Hidro menjadikan salah satu potensi yang sangat membanggakan masyarakat setempat.

LOKASI STUDY BANDING dan WAHANA EDUKASI

Tempat Wisata Pemandian "Sumber Maron" dan Tenaga Listrik Micro Hidro menjadikan salah satu Wahana Edukasi dan Study Banding bagi semua kalangan baik lokal maupun internasional.

KEINDAHAN AIR TERJUN "GROJOKAN SEWU"

Wisatawan yang selalu membanjiri lokasi Tempat Wisata Sumber Maron dengan keindahan Air Terjun "Grojokan Sewu".

Tampilkan postingan dengan label usaha. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label usaha. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 16 April 2016

UNIT USAHA PAVING “MAKARYO JOYO”




UNIT EKONOMI PRODUKTIF (UEP)

PAVING “MAKARYO JOYO”

Dusun Krajan RT 15 RW 03 Karangsuko


Usaha paving makaryo joyo adalah sebuah unit usaha yang bergerak di bidang bahan bangunan Berdiri sejak tahun 2015 dibwah naungan KIM “ARKATIF” Karangsuko dimana seluruh saham dimiliki oleh Khoirul Ubaidillah sebagai pemilik perushaan. Dalam perjalanannya Makaryo Joyo Group sangat mengedepankan mutu, pelayanan, kwalitas produk yang dihasilkan sehingga memberikan kepuasan terhadap konsumen.

Proses Pembuatan Alat Cetak
Proses Pengangkutan Bahan Baku
Jenis paving yang diproduksi adalah Paving Taman bentuk Block dan segi enam,walaupun di produksi secara manual paving yang diproduksi terbukti awet dan permukaannya tidak mudah terkikis air Dengan harga yang cukup bersaing dengan prduk paving yang lain.


Proses Produksi

Jenis paving yang diproduksi adalah Paving Taman bentuk Block dan segi enam,walaupun di produksi secara manual paving yang diproduksi terbukti awet dan permukaannya tidak mudah terkikis air Dengan harga yang cukup bersaing dengan prduk paving yang lain

Saat tidak Produksi Gudang juga bisa di alih fungsikan sebagai pos dan tempat Diskusi


Studi Banding Dengan Produsen Paving Di Talangsuko





Rabu, 04 November 2015

KERAJINAN TANGAN "TAS TALI KUR"

Industri kreatif merupakan salah satu program yang dicanangkan oleh presiden kita. Bahkan bapak Bupati Kabupaten Malang juga memprogramkan industri kreatif di kabupaten malang. Salah satu industri kreatif yang sedang berkembang di desa Karangsuko adalah kerajinan tas dari tali kur.


Kerajinan dari tali kur yang merupakan salah satu produk lokal desa Karangsuko adalah Tas rajut dari tali kur yang sedang berkembang mengikuti trend mode dengan bermacam pilihan model dan warna yang menarik mudah dipadukan dengan koleksi busana anda untuk segala kesempatan. Bisa dipakai pada acara resmi atau saat santai dan bahkan untuk aktivitas sehari-hari.




Kerajinan tangan dari tali kur ini memiliki keistimewaan lainnya adalah tas ini terbukti sangat awet, walaupun digunakan setiap hari tidak mudah rusak dan warna tidak memudar. Dengan harga yang terjangkau berkisar antara Rp. 55.000 sampai Rp. 350.000 tergantung lama pengerjaan dan tingkat kesulitan kombinasi warna sepertinya anda tidak akan ragu-ragu untuk memilih salah satu produk kerajinan tangan tas dari tali kur ini, selain itu juga ada produk yang lainnya yaitu gelang, sabuk dan hiasan rumah yang berbahan dasar dari tali kur.



Anda dapat memesan secara langsung atau bahkan anda dapat bertemu dengan pengrajinnya yang saudari Canisa Suci Ananda yang beralamatkan di Desa Karangsuko Rt 05 Rw 02 dimana anda dapat memilih contoh model dan warna yang akan anda pesan

Selasa, 29 September 2015

Program Kelompok Tani "Pangan Makmur " Menghadapi Swasembada Pangan 2017

Untuk merealisasikan target swasembada pangan yang dijadikan fokus pemerintahan Jokowi, Kementerian Pertanian melakukan akselerasi dengan cara perbaikan irigasi, distribusi bibit dan pupuk, juga bantuan pendagaan alsintan (alat & sistem pertanian). Seperti yang termaktub dalam peraturan menteri pertanian No. 3 Tahun 2015 tentang Pedoman Upaya Khusus Peningkatan Produksi Padi, Jagung, dan Kedelai.

Kelompok Tani (Poktan) "Pangan Makmur" Desa Karangsuko, Kecamatan Pagelaran, Kabupaten Malang telah mempunyai Program - Program yang nantinya bisa di implementasikan dalam meningkatkan jumlah produksi panen tanaman pangan. 
Dengan letak geografis dan luas lahan pertanian kurang lebih 125 Ha dan pasokan air yang cukup memadai, maka program yang telah dicanangkan oleh Pemerintah dalam Swasembada Pangan akan terealisasi dengan baik.

Adapun Program-Program untuk mencapai target Swasembada Pangan diantaranya :

1. Pengendalian Hama Tikus.


Perangkap Tikus dengan menggunakan Bubu

Gotong-royong mendirikan Rumah Burung Hantu

Rumah Burung Hantu

Persemaian Berkelompok

2. Pelatihan Budidaya Tanaman Padi (Sekolah Lapang).


3. Study Banding



4. Kluster dari Bank Indonesia Malang.
 

Semoga dengan program-program yang telah dicanangkan oleh Kelompok Tani "Pangan Makmur" Desa Karangsuko ini bisa berjalan dengan baik...




Kamis, 03 September 2015

Produk Unggulan Seluruh Desa Se Kecamatan Pagelaran

Kecamatan Pagelaran yang terdiri dari 10 desa, saat ini saling berlomba-lomba dalam menciptakan lapangan pekerjaan dari mulai Produk Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) hingga Kreatifitas masyarakat dalam membuat Kerajinan Tangan Kreatif.

Masyarakat Kecamatan Pagelaran yang rata-rata bermata pencaharian sebagai buruh tani dan pekerja bangunan yang notabene berpenghasilan sangat minim, maka saat ini banyak warga yang beralih ke sektor kerajinan dan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) demi mencukupi kebutuhan sehari-hari.

Dari pemetaan UMKM dan Produk Unggulan seluruh desa se Kecamatan Pagelaran yang terhimpun sampai dengan saat ini adalah sebagai berikut :




Selasa, 01 September 2015

Produksi BATU BATA MERAH

Batu bata merah merupakan salah satu bahan material sebagai bahan pembuat dinding. Batu bata terbuat dari tanah liat yang dibakar sampai berwarna kemerah merahan. Seiring perkembangan teknologi, penggunaan batu bata semakin menurun. Munculnya material-material baru seperti Batako, Gipsum, bambu yang telah diolah, cenderung lebih dipilih karena memiliki harga lebih murah dan secara arsitektur lebih indah.

Namun di Desa Karangsuko sendiri masih banyak warga yang memproduksi Batu Bata Merah baik itu untuk pribadi maupun untuk dijual kepada konsumen. Harganya pun bervariasi tergantung dari tekstur dan kadar kematangan batu bata itu sendiri, tapi secara rata-rata pada saat ini harganya berkisar antara Rp. 350.000,-.

Tapi seringkali para warga yang memproduksi batu bata merah terkendala akan kurangnya mesin pendukung, karena sebagian warga sudah ada yang mencetak dan menggiling tanah dengan bantuan mesin pencetak yang harganya lumayan mahal.
Oleh karena itu sangat dibutuhkan bantuan dari pihak-pihak terkait untuk memajukan hasil produksi Batu bata merah tersebut, karena selama ini kurangnya perhatian oleh dinas terkait kepada para warga yang memproduksi batu bata merah.

Kamis, 06 Agustus 2015

Ribuan Pencari Kerja Datangi Bursa Kerja Surabaya


Sebanyak 6.020 pencari kerja mendatangi Bursa Kerja Terbuka (Job Market Fair) yang digelar Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Surabaya di Balai Pemuda Kota Surabaya, Rabu.

Kepala Disnaker Kota Surabaya, Dwi Purnomo mengatakan sebelum menggelar acara ini, pihaknya melakukan penjaringan rencana kerja melalui pengambilan tiket masuk di kantor Disnaker Kota Surabaya. 
     
"Ada 6.020 tiket masuk yang sudah diambil, bahkan mungkin lebih," ujarnya.
     
Menurut Dwi, agenda Job Market Fair ini menjadi perantara bagi para pencari kerja utuk mendapatkan peluang kerja. Bila biasanya mereka mencari satu persatu perusahaan untuk melamar kerja kemudian menunggu panggilan kerja, kini mereka bisa bertemu dalam satu lokasi secara bersamaan dan serempak. 
     
"Job Market Fair ini mempertemukan secara langsung antara para pencari kerja dengan perusahaan. Yang jelas, untuk gaji pokok yang diberikan perusahaan kepada pekerja, tidak boleh di bawah Upah Minimum Kota (UMK)," sambung mantan Camat Sawahan ini.
     
Wakil Wali Kota Surabaya, Wisnu Sakti Buana yang membuka acara ini, dalam sambutannya menyebut agenda ini penting untuk membantu menyerap calon tenaga kerja dari berbagai sektor sehingga tingkat pengangguran, terutama di Kota Surabaya menjadi berkurang. 
     
"Job Fair ini diharapkan bisa membantu para pencari kerja mendapatkan pekerjaan yang cocok dan sesuai. Karenanya, agenda seperti ini perlu untuk diperbanyak. Termasuk pelayanan agar para pencari kerja bisa mendapatkan informasi detail dalam mencari pekerjaan," ujarnya.
     
Meski mengapresiasi gelaran Job Fair Market 2015 di Balai Pemuda, Wawali berharap agar warga Kota Pahlawan, terlebih yang masih berusia muda, untuk tidak hanya berpikir bagaimana mencari kerja, tetapi juga mampu menciptakan lapangan pekerjaan sendiri.  Karenanya, anak-anak muda diimbau untuk lebih meningkatkan kualitas dan kompetensinya. 
     
"Jangan hanya berpikir mencari kerja tetapi juga membuka lapangan kerja. Mental kita jangan hanya terdidik sebagai buruh tetapi juga jadi juragan. Kita harus bangun karakter untuk berjuang dan tidak mudah putus asa," imbau Wawali.      

Menurut Wawali, penting bagi para pemuda untuk memiliki mental tidak hanya sebagai buruh. Apalagi jelang diberlakukan nya era Masyaraka Ekonomi ASEAN (MEA) pada akhir tahun ini. Sebab, dengan bermental tidak menjadi buruh, warga Surabaya akan punya kemauan kuat untuk menjadi tuan dan nyonya di kota sendiri. 
     
"Ironis kalau nanti kita beli nasi goring ternyata yang jualan orang Vietnam. Karena itu, kita harus jadi pemenang. Masa depan negeri ini ada di pundak pemuda," sambung mantan Wakil Ketua DPRD Kota Surabaya ini.
     
Pemerintah Kota Surabaya telah melakukan berbagai upaya untuk menyiapkan warganya menghadapi MEA, di antaranya melakukan sertifikasi pekerja dan juga mendirikan Rumah Bahasa di Balai Pemuda guna mempersiapkan warga kota agar dapat menguasai bahasa asing secara gratis. 
     
Sebanyak 13.853 warga sudah memanfaatkan Rumah Bahasa untuk meningkatkan kompetensi bahasa asingnya.  Selain bursa kerja, Disnaker Kota Surabaya juga menggelar pelatihan kerja bagi para pencari pekerja, di antaranya pelatihan servis handphone dan juga pelatihan sablon yang dipandu oleh tenaga berpengalaman yang sebelumnya dilatih oleh Disnaker Kota Surabaya. 

Bank Jatim Kembangkan Bisnis UMKM Melalui POSDAYA

PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk berkomitmen mengembangkan bisnis usaha mikro, kecil, dan menengah melalui Pos Pemberdayaan Keluarga di Jatim.

"Upaya itu juga seiring dengan amanah yang diembankan oleh Gubernur Jawa Timur. Hal tersebut agar kami dapat berkontribusi pada pembangunan daerah dan mewujudkan kesejahteraan masyarakat," kata Direktur Utama Bank Jatim R Soeroso, di Surabaya, Rabu.

Menurut dia, komitmen itu diwujudkannya dengan mengundang Gubernur Jawa Timur dalam pertemuan kerja. Agenda itu melibatkan berbagai pihak seperti Yayasan Damandiri, Paguyuban Rektor se-Jawa Timur, dan Bank UMKM Jawa Timur.

"Acara pertemuan kerja tersebut merupakan tindak lanjut dari penandatanganan MoU antara Bank Jatim, Yayasan Damandiri, dan Bank UMKM Jawa Timur tentang penyaluran kredit yang telah dilakukan beberapa waktu lalu," ujarnya.

Ia optimistis, pertemuan yang merupakan tindak lanjut kegiatan sebelumnya itu dapat merealisasi kesamaan visi dan misi. Khususnya dalam bentuk hubungan kerja sama sehingga pada masa mendatang terjalin sinergitas kerja yang baik.

"Dengan demikian, jalinan kerja sama ini mampu memberdayakan masyarakat kecil," katanya.

Ia menambahkan, dalam pertemuan kerja tersebut juga dipaparkan fungsi dan peranan masing-masing instansi terkait program kerja sama yang diusung. Salah satunya, pemberdayaan keluarga melalui pengembangan wirausaha dan peningkatan usaha ekonomi produktif keluarga pada POSDAYA.

"Seperti diketahui Yayasan Damandiri dengan berbagai program kerjanya terus fokus mewujudkan maksud dan tujuannya di bidang sosial. Mereka juga aktif di bidang kemanusiaan termasuk memberdayakan keluarga dan masyarakat yang tertinggal," katanya.

Sementara, kata dia, dengan kerja sama menggandeng Perguruan Tinggi/Universitas, Lembaga Keuangan Bank dan Non-Bank, Organisasi Masyarakat, dan jajaran Pemerintah Daerah (Provinsi dan Kabupaten/Kota), Yayasan Damandiri mencoba memberdayakan keluarga/masyarakat di seluruh pelosok daerah di Indonesia melalui POSDAYA. Dalam pelaksanaannya, pemberdayaaan keluarga melalui POSDAYA sampai menurunkan tenaga akademisi dari berbagai universitas yang tergabung dalam Paguyuban Perguruan Tinggi di seluruh Jatim.

"Jumlahnya ada 103 perguruan tinggi lain termasuk Perguruan Tinggi Agama Islam di Jawa Timur mengadakan program Kuliah Kerja Nyata (KKN) tematik POSDAYA. Dari program tersebut telah berhasil membentuk 12.939 POSDAYA di seluruh desa dan kampung-kampung serta masjid di seluruh Jatim," katanya.

Sementara, yakin dia, potensi itu akan dibina dan diberdayakan lebih lanjut menjadi entrepreneur baru tingkat pedesaan. Bahkan, diharapkan mampu tumbuh menjadi motor penggerak perekonomian daerah melalui penyaluran kredit produktif dari bankjatim ataupun Bank UMKM Jawa Timur.

"Dalam rangka meningkatkan penyaluran kredit produktif khususnya di sektor mikro dan kecil, kami juga akan memperluas akses keuangan kepada para pelaku usaha yang belum bankable sehingga tidak lagi terkendala dalam mengajukan pinjaman kepada bank," katanya.

Pertamina-Petrochina Persiapkan Lahan Pengembangan Sukowati C

Joint Operating Body (JOB) Pertamina-Petrochina East Java (PPEJ) mempersiapkan lahan untuk lokasi pengembangan lapangan Sukowati C di Kecamatan Trucuk, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, guna meningkatkan produksi minyak lapangan Sukowati.
     
"Kami saat ini sedang mempersiapkan lahan pengembangan lapangan Sukowati C, sebab sudah memperoleh izin prinsip dari pemkab untuk lokasi pengembangan lapangan Sukowati C, di Kecamatan Trucuk," kata Field Manager" JOB PPEJ Junizar Dipodiwirjo, di Bojonegoro, Kamis.
     
Untuk itu, katanya, berbagai proses perizinan mulai dipersiapkan, termasuk persiapan pembuatan dokumen UKL/UPL.
     
"Langkah lainnya juga dikoordinasikan dengan SKK Migas soal pengembangan lapangan Sukowati C," katanya.
     
Ia mengaku belum tahu lokasi desa di Kecamatan Trucuk, yang akan dipilih untuk lokasi pengembangan lapangan Sukowati C.
     
"Saya tidak ingat lokasi desa di Kecamatan Trucuk, yang dipilih sebagai lokasi lapangan Sukowati C. Tapi, kalau lahan yang dibutuhkan seluas 4,6 hektare," paparnya.
     
Lebih lanjut ia menjelaskan pengembangan lapangan Sukowati C, merupakan usaha untuk meningkatkan produksi lapangan Sukowati di Bojonegoro dan Tuban, yang produksinya terus menurun.
     
Sesuai data, lapangan Sukowati A di Desa Campurejo, Kecamatan Kota dan lapangan B di Desa Ngampel, Kecamatan Kota, juga lapangan Mudi di Kecamatan Soko, Tuban, dengan jumlah  59 sumur minyak produksinya sekitar 19 ribu barel/hari.
     
Produksi itu, lanjut dia, menurun dibandingkan produksi minyak lapangan Sukowati, tahun lalu sekitar 22 ribu barel/hari. 
     
"Terjadinya penurunan sumur-sumur minyak di lapangan Sukowati dan Mudi terjadi secara alamiah," ujarnya.
     
Meski demikian, menurut dia, masih ada potensi cadangan minyak lapangan Sukowati, yang masih belum bisa terangkat sebesar 150 juta barel.

"Sesuai data memang potensi cadangan yang tersisa sekitar 150 juta barel. Tapi, secara teknis yang bisa diangkat hanya berkisar 30-45 persennya," paparnya.

 
Terima Kasih Atas Kunjungan Anda, Semoga Bermanfaat !!!