Rabu, 16 September 2015

Destinasi Wisata Baru Pemandian Alam "SUMBER JERUK"


"Sumber Jeruk" begitulah kami menyebutnya sehari-hari dimana tempat tersebut sewaktu kami kecil dahulu adalah tempat kami dan warga sekitar bermain air, mandi, mencuci pakaian dan untuk konsumsi air minum sehari-hari, entah dari mana asal usul dan sejarahnya dinamakannya Sumber Jeruk, sampai saat ini masih belum jelas dan akurat beritanya. Entah dahulu kala dilokasi tersebut banyak tumbuh tanaman buah Jeruk atau bagaimana, tapi yang jelas saat ini tidak ada satupun tanaman buah Jeruk berada di lokasi tersebut yang ada hanyalah hamparan tanaman padi dan pepohonan.

Saat ini Sumber Jeruk mendapat dana untuk Kegiatan Prasarana Konservasi Sumber Daya Air  dari dana APBN Murni melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Direktorat Jenderal Sumber Daya Air Balai Besar Wilayah Sungai Brantas yang diperkirakan lama pembangunannya 180 hari (6 bulan) dengan besaran dana Rp. 1.285.843.000.


Pembangunan Sumber Jeruk ini nantinya akan menjadi Destinasi Wisata baru bagi warga Kabupaten Malang khususnya, diperkirakan setelah pembangunan ini selesai, tidak menutup kemungkinan menjadi salah satu icon baru di Desa Karangsuko selain Tempat Wisata Sumber Maron dan Sumber Taman yang sudah banyak dikenal oleh warga sekitar Kabupaten Malang dan Luar Kabupaten Malang.


Tidak kalah pentingnya lagi dengan pasokan air yang begitu melimpah dari Sumber Jeruk, Pemerintah Desa setempat mempunyai suatu Program yaitu akan mengalirkan air dengan sarana Pompa Air (Dongki) dari lokasi Sumber Jeruk menuju ke Waduk yang telah selesai terbangun di Sawah Timur. Selama ini kondisi lahan para petani sangat memprihatinkan karena kurangnya pasokan air untuk mengairi sawah dan ladang mereka, hal ini dikarenakan pasokan air dari daerah Kedungkandang Kota Malang sangat minim sekali sehingga warga petani sering mengalami gagal panen.

Foto Waduk Sawah Timur

"Pembangunan Sumber Jeruk sampai saat ini sudah mencapai 60 persen, dan nantinya akan dikelilingi oleh pagar pelindung untuk keselamatan wisatawan dan sarana jalan akan dipaving sepanjang 300 meter" tutur Bapak Zaini selaku Pengawas Pelaksana dari Dinas PU Brantas.

Diperkirakan nanti akhir bulan Oktober pembangunan akan selesai 100 persen, setelah pembangunan selesai langsung akan diadakan serah terima dari dinas terkait kepada Pemerintah Desa Karangsuko. Untuk Pengelolaan dan Perawatannya nanti akan diatur dalam Peraturan Desa (Perdes) sebagaimana disampaikan Bapak Rusman selaku Kepala Desa Karangsuko saat ini.

1 komentar :

 
Terima Kasih Atas Kunjungan Anda, Semoga Bermanfaat !!!